23:15 WIB
Oleh: Sri Rahayu

Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, mengukuhkan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Singkil (HIMMASIL) Lhokseumawe periode 2026–2027, di Oproom Sekretariat Daerah Aceh Singkil, Jumat (13/02/2026).(Foto: Lingkaran Istana.id/Widya)
NEWSTERKINIACEHSINGKIL.COM | ACEH SINGKIL – Babak baru gerakan mahasiswa Singkil resmi dimulai. Kepengurusan Himpunan Mahasiswa Singkil (HIMMASIL) Lhokseumawe periode 2026–2027 dikukuhkan langsung oleh Safriadi Oyon di Oproom Sekretariat Daerah Aceh Singkil, Jumat (13/02/2026).
Pelantikan ini bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan simbol bangkitnya kembali peran strategis mahasiswa Singkil di tanah perantauan. Setelah beberapa waktu kurang aktif, HIMMASIL kini kembali hadir dengan semangat konsolidasi dan pembaruan.
Dalam sambutannya, Safriadi Oyon menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas generasi mudanya.
“Mahasiswa adalah aset daerah. Jika ingin Aceh Singkil maju, maka generasi mudanya harus unggul dalam pendidikan dan kuat dalam karakter,” tegasnya.
Ia juga berharap HIMMASIL mampu menjadi ruang produktif yang melahirkan ide-ide konstruktif.
“Saya berharap HIMMASIL tidak hanya menjadi organisasi simbolis, tetapi menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi untuk kemajuan daerah.”
Menurutnya, komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah harus dibangun melalui dialog yang sehat.
“Kritik itu penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan cara yang santun dan membangun. Pemerintah selalu terbuka untuk berdialog.”
Ketua HIMMASIL terpilih, M. Andrian, menyatakan komitmennya untuk menjadikan organisasi ini lebih progresif dan terarah. Ia menegaskan bahwa HIMMASIL akan mengedepankan koordinasi, kolaborasi, serta program yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan daerah asal.
Forkopimda, kepala SKPK, camat, serta perwakilan organisasi mahasiswa lainnya yang turut hadir, pelantikan ini menegaskan bahwa mahasiswa adalah bagian penting dari ekosistem pembangunan Aceh Singkil.
Semangat baru ini diharapkan menjadi energi kolektif untuk membangun tradisi dialog, memperkuat kapasitas intelektual, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.