Oleh: Sri Rahayu

Wakil Bupati, Hamzah Sulaiman, bersama petani dan pemuda desa menanam bibit cabai, di Desa Gosong Telaga Timur, Jumat (23/1/2026).(Foto: Prokopim Aceh Singkil)
NEWSTERKINIACEHSINGKIL.COM | Singkil Utara – Upaya membangun kemandirian pangan di Kabupaten Aceh Singkil kini mulai digerakkan dari tingkat desa. Pemerintah daerah tidak lagi hanya mengandalkan pasokan dari luar, tetapi mendorong masyarakat untuk menjadi produsen bagi kebutuhan sendiri.
Komitmen tersebut terlihat saat Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, turun langsung ke Kampung Gosong Telaga Timur, Kecamatan Singkil Utara, Jumat (23/1/2026), untuk memulai program budidaya cabai berbasis desa.
Di atas lahan yang sebelumnya kurang produktif, ratusan bedengan kini tertata rapi dengan sistem mulsa dan irigasi tetes. Wakil Bupati Hamzah Sulaiman bersama petani dan pemuda desa menanam bibit cabai sebagai simbol dimulainya gerakan kemandirian pangan.
“Kalau kita bisa menghasilkan sendiri, maka harga akan lebih stabil dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh. Inilah tujuan utama program ini,” ujar Hamzah Sulaiman.
Menurutnya, selama ini komoditas seperti cabai menjadi salah satu penyumbang utama inflasi daerah akibat ketergantungan pasokan dari luar wilayah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memilih strategi pemberdayaan desa sebagai fondasi pengendalian harga.
Program ini dirancang secara berkelanjutan dengan melibatkan BUMK, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta generasi muda. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator, sementara masyarakat menjadi penggerak utama.
Direktur BUMK Melati Gosong Telaga Timur, Yen Sahputra Hartono, menyebutkan bahwa lahan seluas 6.000 meter persegi telah disiapkan dengan kapasitas sekitar 10.000 batang cabai. Dengan pengelolaan yang profesional, program ini diperkirakan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi desa.
Sementara itu, pelaksana teknis budidaya, Amiruddin, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi sederhana seperti mulsa dan irigasi tetes bertujuan menjaga kelembapan tanah serta meningkatkan produktivitas tanaman.
“Kami juga melibatkan anak muda desa supaya pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor lama, tetapi sebagai peluang usaha yang menjanjikan,” ungkapnya.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi pembangunan pertanian Aceh Singkil menuju sistem yang lebih mandiri, modern, dan berorientasi pasar.
Melalui gerakan budidaya cabai ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berharap desa-desa mampu menjadi benteng ketahanan pangan daerah sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat di masa depan.