Oleh: Sri Rahayu

Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, Resmi Membuka Pergelaran Seni Santri (Pensi) ke-V Tahun 2026 yang digelar oleh Pondok Pesantren Darur Rasyid, Desa Silatong, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, pada Sabtu (7/2/2026).(Foto: Prokopim Aceh Singkil)
NEWSTERKINIACEHSINGKIL.COM | Aceh Singkil – Suasana Pondok Pesantren Darur Rasyid, Desa Silatong, Kecamatan Simpang Kanan, Sabtu (7/2/2026), berubah menjadi panggung harapan bagi masa depan generasi muda Aceh Singkil.
Melalui Pergelaran Seni Santri (Pensi) ke-V Tahun 2026, pesantren tidak hanya menampilkan hiburan semata, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya membangun karakter, kreativitas, dan kecerdasan santri sejak dini.
Momentum ini semakin bermakna ketika Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, hadir langsung dan membuka acara secara resmi, sebagai simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pendidikan berbasis pesantren.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Subulussalam Rasyid Bancin, Ketua dan Anggota DPRK Aceh Singkil, Kepala SKPK, Plt. Camat Simpang Kanan, Kapolsek, Danramil, tokoh ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta insan pers.
Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan bahwa kegiatan santri tidak lagi dipandang sebagai agenda internal pesantren, melainkan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Aceh Singkil.
Dalam sambutannya, Bupati Safriadi Oyon menekankan bahwa pesantren merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi yang kuat secara moral, intelektual, dan sosial.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi harus dibarengi dengan pembangunan karakter masyarakat.
“Santri adalah aset daerah. Jika mereka dibina dengan baik, maka masa depan Aceh Singkil akan berada di tangan generasi yang berakhlak dan berkompeten,” ungkapnya.
Ia juga menilai kegiatan seni seperti Pensi menjadi media strategis untuk melatih keberanian, kepemimpinan, serta rasa percaya diri santri.
Berbeda dari sekadar pertunjukan seni, Pensi Santri Darur Rasyid menghadirkan rangkaian kegiatan yang sarat nilai edukasi dan spiritual.
Mulai dari hadrah, tilawah Al-Qur’an, pidato keagamaan, drama islami, hingga kreasi seni modern bernuansa islami, semuanya menjadi cerminan keseimbangan antara ilmu agama dan perkembangan zaman.
Para santri tampil dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa pesantren mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Sinergi Pesantren dan Pemerintah
Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rasyid menyampaikan bahwa dukungan pemerintah daerah selama ini menjadi faktor penting dalam keberlangsungan program pendidikan pesantren.
Ia berharap, kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mencetak generasi yang mandiri dan berdaya saing.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan pemerintah adalah kunci untuk memajukan pendidikan santri,” ujarnya.
Membangun dari Akar Rumput
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pembangunan Aceh Singkil tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi merambah hingga ke pelosok desa melalui lembaga pendidikan.
Dari Desa Silatong, semangat membangun generasi unggul kini terus digaungkan.
Pergelaran Seni Santri ke-V menjadi simbol bahwa perubahan besar bisa dimulai dari panggung sederhana di lingkungan pesantren.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, pesantren diharapkan semakin kuat dalam menjalankan perannya sebagai pusat pembinaan moral, intelektual, dan kreativitas generasi muda.
Dari panggung seni santri, harapan baru untuk Aceh Singkil terus tumbuh dan menguat.