13:30 WIB
Oleh: Sri Rahayu

Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, Dandim 0109/Aceh Singkil M. Aminudin, serta Kapolres Aceh Singkil Joko Triyono, memantau pemasangan jembatan Bailey, di Desa Lae Sipola, Kecamatan Singkohor, Selasa (17/2/2026).(Foto: FB/Zulkarnain Gaes)
NEWSTERKINIACEHSINGKIL.COM | ACEH SINGKIL – Aktivitas di bantaran sungai Lae Sipola mulai kembali menggeliat. Deru mesin alat berat dan rangka baja yang dirakit satu per satu menandai babak baru pemulihan infrastruktur di Kecamatan Singkohor.
Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon turun langsung memantau pemasangan jembatan Bailey yang kini dikerjakan sebagai solusi atas jembatan utama yang roboh dihantam banjir pada 26 November 2025 lalu.
Kehadiran Bupati didampingi Dandim 0109/Aceh Singkil M. Aminudin dan Kapolres Aceh Singkil Joko Triyono bukan sekadar agenda peninjauan seremonial. Mereka memastikan langsung kesiapan teknis di lapangan, mulai dari pembangunan abudmen hingga proses perakitan rangka jembatan.
Sejak jembatan sepanjang lebih kurang 80 meter itu terputus, mobilitas warga Lae Sipola dan sekitarnya praktis terganggu. Jalur tersebut selama ini menjadi lintasan utama distribusi hasil kebun, khususnya kelapa sawit. Biaya angkut meningkat, waktu tempuh bertambah, dan aktivitas ekonomi sempat tersendat.
Di lokasi pekerjaan, satu unit excavator tampak memperkuat struktur tanah sebagai penopang utama. Personel TNI bersama tim teknis bekerja secara bertahap untuk memastikan konstruksi jembatan Bailey dapat segera difungsikan.
Bupati Safriadi Oyon menyampaikan bahwa percepatan pemasangan jembatan darurat ini menjadi prioritas agar roda ekonomi masyarakat kembali berputar. Menurutnya, akses yang lancar akan berdampak langsung pada stabilitas pendapatan warga dan konektivitas antarwilayah.
Dandim 0109/Aceh Singkil menegaskan dukungan penuh jajaran TNI dalam proses pemasangan. Ia berharap, setelah jembatan terpasang, aktivitas masyarakat bisa kembali normal tanpa harus memutar jalur alternatif yang memakan waktu dan biaya.
Sementara itu, Kapolres Aceh Singkil menyatakan pihaknya siap mendukung pengamanan serta kelancaran proses pembangunan hingga selesai.
Bagi warga Lae Sipola, rangka baja yang kini berdiri di atas sungai bukan hanya sekadar infrastruktur sementara. Ia menjadi penanda bahwa pemulihan pasca-bencana terus bergerak, dan harapan untuk kembali hidup normal semakin dekat menjadi kenyataan.