Oleh: Sri Rahayu

Penyerahan Bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, kepada 10 perwakilan masyarakat, di Aula Kantor Bupati Aceh Singkil, Jumat (13/02/2026).(Foto: FB/Zulkarnain Gaes)
NEWSTERKINIACEHSINGKIL.COM | Aceh Singkil – Upaya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Singkil memasuki babak baru. Sebanyak 613 unit rumah warga terdampak resmi masuk tahap rehabilitasi pada penyaluran bantuan tahap pertama yang digelar serentak se-Aceh, Jumat (13/02/2026).
Agenda tersebut dilaksanakan melalui pertemuan virtual yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Menteri Dalam Negeri, sebagai bagian dari percepatan penanganan dampak bencana di berbagai daerah.
Dari Aula Kantor Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 10 warga perwakilan korban banjir. Bantuan tersebut diberikan dalam dua kategori, yakni Rp30 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan.
Rincian Tahap I: 63 Rusak Sedang, 550 Rusak Ringan
Pada tahap awal ini, Aceh Singkil memperoleh alokasi 63 unit rumah rusak sedang dan 550 unit rumah rusak ringan. Total keseluruhan mencapai 613 unit.
Pemerintah memastikan mekanisme penyaluran dilakukan langsung ke rekening penerima melalui Bank BSI tanpa perantara. Skema ini diterapkan untuk menjaga ketepatan sasaran serta transparansi penggunaan dana.
Bupati Safriadi Oyon dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tahap pertama ini menjadi langkah awal dalam proses pemulihan hunian masyarakat terdampak.
“Bantuan ini harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk memperbaiki rumah agar kembali layak dihuni. Harapan kita, masyarakat bisa kembali beraktivitas dan menjalankan usaha seperti biasa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa untuk kategori rumah rusak berat akan menyusul sesuai tahapan yang ditetapkan pemerintah.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Singkil Hamzah Sulaiman, unsur Forkopimda, BNPB, BPBD, serta perwakilan masyarakat terdampak.
Bagi warga Aceh Singkil, realisasi tahap pertama ini menjadi sinyal dimulainya proses bangkit dari dampak banjir. Pemerintah daerah berharap rehabilitasi berjalan lancar sehingga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera pulih.